Es Greenland, air beku terbesar kedua dunia di dunia, mencair lebih cepat daripada yang diperkirakan, kata sebuah studi yang menjadi berita buruk baru atas masalah pemanasan global.Pada tahun 2001, Forum Keilmuan Pemanasan Global PBB memproyeksikan bahwa tebal es yang meng-cover Greenland hanya akan mencair tipis sepanjang abad 21. Namun sebuah studi yang dipublikasikan, Jumat (21/9) ini, pada jurnal mingguan Inggris, Nature, menunjukkan bahwa angka rata-rata kehilangan es Greenland 250 persen antara Mei 2004 dan April 2006 dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya antara April 2002 dan April 2004.
Es kini hilang sekitar 249 kubik km (59,5 cu miles) per tahun - ekivalen dengan peningkatan permukaan laut global sekitar 0,5 mm (0,02 inchi) per tahun.
Sumber AFP menyebut, dengan mempertimbangkan faktor akeselerasi ke dalam penghitungan-- seperti kehilangan utama pada dua gletser besar tahun-tahun terakhir-- Greenland memberikan kontribusi sekitar 0,7mm setahun, kata Tavi Murray, pemerhati lingkungan Universitas Swansea, Inggris.
Ini merupakan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan estimasi tahun 2001 yang diberikan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), PBB.
Jika rata-rata selama 110 tahun, estimasi ini akan memberikan kontribusi Greenland sekitar 0,55mm (0,02 inchi) per tahun dari peningkatan permukaan air dunia.
Studi baru mengatakan porsi tengah potongan es, pada ketinggian 1.500m (4.875 kaki), mengalami penebalan. Namun marjin potongan es, yang ada di ketinggian lebih rendah menipis, khususnya di tenggara dan timur laur Greenland, dimana gletser jatuh ke lautan lebih cepat daripada sebelumnya.
Peneliti dengan menggunakan model komputer dan pengukuran satelit yang dibuat oleh duia satelit NASA, GRACE, yang dibawa oleh Isabella Velicogna dan John Wahr dari University of Colorado.
IPCC memperkirakan tahun 2001 bahwa antara 1990 dan 2100 level tinggi angka rata-rata permukaan laut meningkat sekitar 480 milimeter (19,2 inchi) dalam sebuah range dari 90 mm ke 880 mm (3,6 hingga 35,2 inchi).
Pada bawah range ini, Greenland tidak akan memberikan kontribusi apapun bagi peningkatan; pada range tertingi, ia akan memberikan kontribusi sekitar 90 mm (3,6 ichi) dalam 110 tahun. Range ini berdasarkan bagaimana kecepatan gas rumah kaca, terbangun di atmosfer dan membantu peningkatan temperatur permukaan.(Es Greenland, air beku terbesar kedua dunia di dunia, mencair lebih cepat daripada yang diperkirakan, kata sebuah studi yang menjadi berita buruk baru atas masalah pemanasan global.
Pada tahun 2001, Forum Keilmuan Pemanasan Global PBB memproyeksikan bahwa tebal es yang meng-cover Greenland hanya akan mencair tipis sepanjang abad 21. Namun sebuah studi yang dipublikasikan, Jumat (21/9) ini, pada jurnal mingguan Inggris, Nature, menunjukkan bahwa angka rata-rata kehilangan es Greenland 250 persen antara Mei 2004 dan April 2006 dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya antara April 2002 dan April 2004.
Es kini hilang sekitar 249 kubik km (59,5 cu miles) per tahun - ekivalen dengan peningkatan permukaan laut global sekitar 0,5 mm (0,02 inchi) per tahun.
Sumber AFP menyebut, dengan mempertimbangkan faktor akeselerasi ke dalam penghitungan-- seperti kehilangan utama pada dua gletser besar tahun-tahun terakhir-- Greenland memberikan kontribusi sekitar 0,7mm setahun, kata Tavi Murray, pemerhati lingkungan Universitas Swansea, Inggris.
Ini merupakan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan estimasi tahun 2001 yang diberikan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), PBB.
Jika rata-rata selama 110 tahun, estimasi ini akan memberikan kontribusi Greenland sekitar 0,55mm (0,02 inchi) per tahun dari peningkatan permukaan air dunia.
Studi baru mengatakan porsi tengah potongan es, pada ketinggian 1.500m (4.875 kaki), mengalami penebalan. Namun marjin potongan es, yang ada di ketinggian lebih rendah menipis, khususnya di tenggara dan timur laur Greenland, dimana gletser jatuh ke lautan lebih cepat daripada sebelumnya.
Peneliti dengan menggunakan model komputer dan pengukuran satelit yang dibuat oleh duia satelit NASA, GRACE, yang dibawa oleh Isabella Velicogna dan John Wahr dari University of Colorado.
IPCC memperkirakan tahun 2001 bahwa antara 1990 dan 2100 level tinggi angka rata-rata permukaan laut meningkat sekitar 480 milimeter (19,2 inchi) dalam sebuah range dari 90 mm ke 880 mm (3,6 hingga 35,2 inchi).
Pada bawah range ini, Greenland tidak akan memberikan kontribusi apapun bagi peningkatan; pada range tertingi, ia akan memberikan kontribusi sekitar 90 mm (3,6 ichi) dalam 110 tahun. Range ini berdasarkan bagaimana kecepatan gas rumah kaca, terbangun di atmosfer dan membantu peningkatan temperatur permukaan.



